PESONA, KONFLIK, DAN KERENTANAN SAUJANA BUDAYA MASYARAKAT DI KAWASAN CAGAR BUDAYA SANGIRAN

wahyu wahyu widiyanta

Abstract


Saujana budaya Sangiran merupakan lanskap alam yang di dalamnya tersimpan tinggalan budaya masa lampau. Saujana budaya tersebut tidak lepas dari keberadaan masyarakat masa kini dengan segala aktivtas dan persepsi terhadap tinggalan cagar budaya yang ada. Kondisi ini menyebabkan kerentanan dan konflik kepentingan, apabila tidak dikelola secara arif dan bijaksana oleh semua pihak. Penelitian ini bertujuan mengurai seberapa besar nilai penting tinggalan arkeologis dan sejauh mana masyarakat memandang tinggalan arkeologis tersebut sebagai saujana budaya milik mereka. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan cagar budaya Sangiran memiliki pesona lokalitas sumber penghidupan yang sangat strategis dari masa lampau hingga masa sekarang. Pelibatan masyarakat rentan sebagai subjek utama dalam pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Sangiran akan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan, sehingga kerentanan maupun konflik kepentingan dapat dihindari dan kawasan situs tetap lestari.


Keywords


Sangiran; Arkeologi; Saujana budaya; Kerentanan

References


Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. 2017. Laporan Kajian Masyarakat. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan.

Bemmelen, van R.W. 1949. The Geology of Indonesia. Netherland: Government Printing Office, Hague, (IA).

BPS. 2018. Kabupaten Sragen Dalam Angka. Sragen: Badan Pusat Statistik Sragen.

Duwiningsih. 2020. Partisipasi Masyarakat Dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Di Kawasan Cagar Budaya Sangiran. Tesis. Yogyakarta. Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Ibrahim. 2015. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Latifah, Siti. 1995. Studi Erosi Permukaan Pada Lahan Kering Di Perbukitan Kubah Sangiran Dengan Mengunakan Plot Erosi. Tesis. Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Nazir, M. 2014. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Rahardja, Supratikno. 2013. Beberapa Permasalahan Pelestarian Kawasan Cagar Budaya dan Strategi Solusinya. Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur, 7(1), 4-17.

Semah, F. 1984. The Sangiran Dome in the Javanese Plio-Pleistocene Chronology. Senckenberg: Cour. Four. Inst., 69, 242-252.

Simanjuntak, H.T. Bagyo Prasertyo, and Retno Handini (ed). 2001. Sangiran: Man, Culture and Environment in Pleistocene Times. Jakarta: Yayasan Obor.

Simanjuntak, H.T. 2011. Kompleks Situs Purba Sangiran: Sebuah Update dalam “ Kehidupan Purba Sangiran”, Jakarta:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Simanjuntak, H.T. dan Widianto, Harry. (ed). 2012. Indonesia Dalam Arus Sejarah, Jilid I Prasejarah, Jakarta: PT. Ichtiar Baru van Hoeve bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sulistyanto, Bambang. 2008. Resolusi Konflik Dalam Managemen Warisan Budaya Situs Sangiran. Disertasi. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

Sulistyanto, Bambang. 2009. Warisan Dunia Situs Sangiran: Persepsi Menurut Penduduk Sangiran. Jurnal Wacana, 11(1), 57-80, Jakarta: Yayasan Obor.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Widianto, Harry. 2011. Nafas Sangiran Nafas Situs-Situs Homonid. Jakarta: Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Widianto, Harry. Truman Simanjuntak. (2009). Sangiran Menjawab Dunia. Jakarta: Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Widianto, Harry. 1996. Situs Sangiran: Interpretasi Baru Berdasarkan Hasil Penelitian Terakhir, Pertemuan Ilmiah Arkeologi VII, Cipanas: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.




DOI: https://doi.org/10.36869/pjhpish.v8i1.233

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora

 

 

 

 

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Atribution 4.0 International.