KONEKTIVITAS BANDAR-BANDAR DI JALUR REMPAH DALAM NOVEL ARUS BALIK

Muhammad Fadli Muslimin

Abstract


Bandar menjadi tempat vital sebagai pintu gerbang masuknya para pedagang dari bangsa lain dan juga lokal untuk melakukan aktivitas perdagangan sekaligus transfer pengetahuan. Di dalam karya sastra sejarah Arus Balik, Pramoedya Ananta Toer menggambarkan secara apik bagaimana peran bandar-bandar yang tidak saja sekaligus sebagai tempat aktivitas perdagangan tetapi juga menjadi tempat terjadinya peristiwa-peristiwa penting yang tercatat oleh sejarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan peran bandar-bandar sebagai bagian dari konektivitas jalur rempah dan dinamika sosial yang terjadinya pada periode 1510-1530. Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini antara lain, bagaimana penggambaran jalur serta praktik perdagangan rempah, peran dan penggambaran bandar, dan dinamika sosial yang berkembang.  Metode penelitian yang digunakan adalah thick description yang berfokus pada interpretasi peristiwa di dalam karya dengan mempertimbangkan unsur kontekstualnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sembilan bandar yang menjadi sentra pelayaran, perdagangan dan pendistribusian rempah, yaitu bandar Malaka, Kota Tuban, Banten, Jepara, Gresik, Lao Sam, Sunda Kelapa, dan Maluku yang menjadi sorotan utama. Bandar tersebit menunjukkan peran dan fungsinya yang berbeda-beda serta beragam peristiwa sejarah, utamanya aliansi armada kerajaan Nusantara. Kesimpulannya adalah bandar sebagai jantung dari konektivitas jalur rempah memainkan fungsi dan peran sosialnya sebagai sarana menguatkan, menstabilkan, sekaligus mempertahankan kepentingan kolektif dan internal masing-masing kerajaan. 


Keywords


jalur rempah; bandar; kontektivitas.

References


Anon. n.d. “Beranda - Jalur Rempah Rempah Kemdikbudristek Republik Indonesia.” Diambil 24 Maret 2022 (https://jalurrempah.kemdikbud.go.id/).

Geertz, Clifford. 1973. The Interpretation of Cultures. New York: Harper Collins Publishers.

KHAKIM, MOCHAMMAD NURFAHRUL LUKMANUL. 2017. “Persepsi Mahasiswa Sejarah Terhadap Muatan Materi Fakta dan Fiksi dalam Novel Sejarah ‘Max Havelaar’ Karya Multatuli 1860.” Universitas Negeri Malang, Malang.

Kuntowijoyo. 2004. “Sejarah/Sastra.” Humaniora 16(1):17–26.

Leirissa, RZ, Shalfiyanti, dan Restu Gunawan. 1999. Ternate Sebagai Bandar Jalur Sutra. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Murwani. 2007. “Max Havelaar dan citra antikolonial :: Sebuah tinjauan postkolonial.” Universitas Gadjah Mada.

Pires, Tome, dan Francisco Rodrigues. 1944. The Suma Oriental of Tome Pires and The Book of Francisco Rodrigues. London: Robert Maclehose and Co, LTD.

Pradopo, Racmat Djoko, Siti Chamamah Soeratno, Suminto A. Sayuti, Wuradji, Damardjati Supadjar, Faruk, Imran T. Abdullah, Tirto Suwondo, Ratna Indriani, Adi Tryono, Iswanto, Jabrohim, Rina Ratih, dan Sri Widati. 2003. Metodologi Penelitian Sastra. 3 ed. diedit oleh Jabrohim. Yogyakarta: Hanindita Hraha Widya.

Rahman, Fadly. 2009. “‘Negeri Rempah-rempah’ dari Masa Bersemi Hingga Gugurnya Kejayaan Rempah-rempah.” Patanjala 11(3):347–61.

Razif, dan M. Fauzi. 2017. Jalur Rempah dan Dinamika Masyarakat Abad X-XVI: Kepulauan Banda, Jambi, dan Pantai Utara Jawa. Jakarta: Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Swirski, Peter. 2007. Of literature and Knowdledge Explorations in Narrative Thought Experiments, Evolution and Game Theory. London and New York: Routledge.

Teeuw, Andries. 1997. Citra Manusia Indonesia dalam Karya Sastra Pramoedya Ananta Toer. Jakarta: Pustaka Jaya.

Toer, Pramoedya Ananta. 2002. Arus Balik. Yogyakarta: Hasta Mitra.

Turner, Jack. 2012. The History of A Temptation. London: Harper Collins Publishers.

Wijaya, Guntur Sekti. 2015. “Representasi Pemikiran Pramoedya pada Tokoh-tokoh Nativephilia, Analisis Pascakolonial Homi K. Bhabha, Pada Roman Tetralogi Pulau Buru Karya Pramoedya Ananta Toer.” Universitas Gadjah Mada.




DOI: https://doi.org/10.36869/pjhpish.v8i1.237

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora

 

 

 

 

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Atribution 4.0 International.