BURUNG-BURUNG PEMBAWA TANDA: ANEKA JENIS DAN PEMAKNAAN MITOS BURUNG PADA MASYARAKAT DESA NGABLAK, KAUPATEN PATI, JAWA TENGAH

Rahman Latif Alfian, Johan Iskandar, Budiawati Supangkat Iskandar

Abstract


Penduduk pedesaan di ekosistem desa mengembangkan berbagai pengetahuan lokal untuk beradaptasi dengan lingkungan hidupnya, salah satunya adalah ‘membaca alam’ atau mencermati sistem pertanda di alam. Beberapa pertanda yang dimaknai sedemikian rupa oleh pemangkunya biasanya menjadi pedoman dalam melihat peristiwa tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam jenis-jenis burung yang dianggap masyarakat sebagai pembawa pertanda, serta bagaimana masyarakat memaknainya. Penelitian ini menggunakan metode etnografi bersifat kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam dengan informan, untuk menggali data dan informasi dari sudut pandang pengampu (masyarakat). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa jenis burung dimaknai membawa pertanda tertentu. Misalnya saja sebagai pertanda buruk, seperti akan terjadi kematian, terjadi celaka, dan juga sering dimaknai sebagai pertanda kehadiran makhluk gaib. Burung derkuku/tekukur, burung puter, burung kutut/perkutut, suaranya dimaknai penduduk sebagai pembawa rezeki. Kedatangan burung bondol Jawa/Pipit Bondol/Emprit dimaknai penduduk akan kedatangan tamu penting. Burung Dali/ Seriti Kembang yang masuk rumah dimaknai sebagai pertanda akan mendapat rezeki bagi yang punya rumah. Serta burung Kepodang dipercayai penduduk dapat membawa wibawa bagi pemelihara. bagi warga Desa Ngablak, Pati keberadaan burung tersebut menjadi penting sebagai pengingat. Lebih dalam lagi, pemaknaan terhadap burung-burung tertentu memberikan pengaruh terhadap pola perilaku kehidupan masyarakat. Pada akhirnya, menjaga keberadaan burung-burung dan penanda-penanada alam lain menjadi penting dan prioritas bagi masyarakat. Implikasi hasil penelitian ini sangat penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang etnoornitologi, dan juga untuk kepentingan praktis, seperti dapat mendokumentasikan pengetahuan lokal penduduk agar tidak punah.


Keywords


pengetahuan lokal; fungsi sosial; etno-ornitologi; mitos burung; Kabupaten Pati

References


Abdullah, Irwan. 2015. Konstruksi Dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Allaby, M. 2010. Animals: From Mythology to Zoology. New York: Facts on File.

Arbon, Veronica. 2008. “Indigenous Research: Aboriginal Knowledge Creation.” Ngoonjook 32(32):80–94.

Berry, Thomas. 1990. The Dream of the Earth. San Francisco: Sierra Club Books.

Dewi, Saras. 2016. EkofenomenologiL Mengurai Disekuilibrium Relasi Manusia Dengan Alam. Tangerang Selatan: Marjin Kiri.

Fatterman, D. .. 2010. Ethnography: Step-by-Step. United State of America: Sage Publications.

Gadgil, Madhav, Fikret Berkes, and Carl Folke. 1993. “Indigenous Knowledge for Biodiversity Conservation.” Ambio 22:151–56.

Geertz, Clifford. 1973. “Thick Description: Toward an Interpretive Theory of Culture.” in The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Geertz, Clifford. 1982. Islam Yang Saya Amati: Perkembangan Di Maroko Dan Indonesia. Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial.

Geertz, Clifford. 2003. Pengetahuan Lokal. Yogyakarta: Merapi Rumah Penerbitan.

Hall, Stuart. 1990. “Cultural Identity and Diaspora.” in Identity Community, Culture, Difference, edited by J. Rutherford. London: Lawrence & Wishart.

Hamdani, Rudi. 2020. “Ninik Jo Maro: Pengetahuan Lokal Orang Serampas Terhadap Harimau Sumatera (Studi Kasus: Desa Renah Kemumu, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi).” Universitas Andalas.

Iskandar, Johan. 2017. Ekologi Manusia Dan Pembanguna Berkelanjutan. Bandung: PSMIL UNPAD.

Iskandar, Johan, and Budiawati Supangkat Iskandar. 2021. Etnoornitologi Burung Dan Masyarakat. Bandung: ITB Press.

Iswidayati, Sri. 2007. “Fungsi Mitos Dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Pendukungnya.” Harmonia Journal of Arts Research and Education 8(2):180–84.

Johnson, Leslie Main. 2010. Trail of Story, Traveller’s Path: Reflection on Ethnoecology and Landscape. Canada: AU Press.

Johnson, Martha. 1992. “Research on Traditional Environmental Knowledge: Its Development and Its Role.” in Lore: Capturing Traditional Environmental Knowledge, edited by J. Martha. Canada: Dene Cultural Institute and the International Development Research Centre.

Khotimah, Khusnul, N. Nurcahayati, and Rosyid Ridho. 2018. “Studi Etnobotani Tanaman Berkhasiat Obat Berbasis Pengetahuan Lokal Masyarakat Suku Osing Di Kecamatan Licin Banyuwangi.” Biosense 1(1):36–50.

Liliweri, Alo. 2007. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: LKiS.

Miles, Matthew B., and A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press.

Mulyanto, Dede, Johan Iskandar, Aliya Madani, and Rimbo Gunawan. 2020. “Folk Name and Lore of Birds from the Sundanese of West Java , Indonesia : An Ethno-Ornithological Survey.” Biodiversitas 21(9):4384–95. doi: 10.13057/biodiv/d210958.

Nurchayati, N., and Fuad Ardiyansyah. 2019. “Pengetahuan Lokal Tanaman Pangan Dan Pemanfaatannya Pada Masyarakat Suku Using Kabupaten Banyuwangi Local Knowledge of Food Crops and Its Utilization in Using Tribe of Banyuwangi Regency Penduduk . Data Dari Badan Pusat Statistik Pemenuhan Kebutuhan Panga.” Biotropika: Journal of Tropical Biology 07(1):11–20.

Powdermaker, Hortense. 1966. Stranger and Friend: The Way of an Anthropologist. New York: W.W. Northon & Company.

Schutkowski, H. 2006. Human Ecology Biocultural Adaptations in Human Communities. Germany: Springer.

Silviyanti, N., B. Nurdjali, and S. M. Kartikawati. 2016. “Studi Etno-Ornitologi Burung Sebagai Bentuk Kearifan Lokal Masyarakat Di Desa Pemang Gadung Kabupaten Ketapang.” Jurnal Hutan Lestari 4(2):176–84.

Spradley, James P. 2007. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Suhanda, Agge Ibrati Shabrina, Budiawati Supangkat Iskandar, and Johan Iskandar. 2020. “Etnozoologi Pengetahuan Lokal Masyarakat Palintang, Desa Panjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung Tentang Perburuan Bagong Dan Monyet Sebagai Hama Pertanian.” Biotika 18(25):38–47. doi: https://doi.org/10.24198/biotika.v18i2.28666.

Syafina, N., Abdullah, and M. Saputri. 2020. “Studi Etno-Ornitologi Dan Identifikasi Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Konservasi Burung Dan Habitatnya Di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan Dan Ilmu Pendidikan 5(4):21–32.

Syam, Nur. 2011. Madzhab-Madzhab Antropologi. Yogyakarta: LKiS.

Tate, P. 2007. Flights of Fancy: Birds in Myth, Legend and Supertition. New York: Delacorte Press.

Thomas, William H. 2010. “Integrating Indigenous Knowledge of Birds Into Conservation Planning in New Guinea.” in Trends in Ornithology Research: Birds - Evolution, Behavior, and Ecology. New York: Nova Science Publisher.

Tidemann, S., S. Chirgwin, and R. .. Sinclair. 2010. “Indigenous Knowledge, Birds That Have ‘Spoken’ and Science.” in Ethno-ornithology: Birds, Indigenous People, Culture and Society., edited by S. Tidemann and A. Gosler. London: Earthscan.




DOI: https://doi.org/10.36869/pjhpish.v8i1.238

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora

 

 

 

 

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Atribution 4.0 International.